Senin, 19 November 2012

Empat Macam Perkataan


Ibrahim bin Adham berkata, ada empat macam sasaran perkataan, yaitu:
  1. Perkataan yang diharapkan bermanfaat dan dikhawatirkan akibatnya menjadi buruk.
  2. Perkataan yang tidak diharapkan manfaatnya dan tidak dikhawatirkan keburukan akibatnya. Anda harus menghindarinya agar tidak menjadi beban bagi badan dan lidah anda.
  3. Perkataan yang tidak diharapkan manfaatnya tetapi ditakuti akibatnya yang buruk.. inilah penyakit yang membahayakan.
  4. Perkataan yang diharapkan manfaatnya dan aman akibatnya. Ini yang harus anda bicarakan dan sebarluaskan.

empat waktu


Sebagian ulama yang arif mengatakan , “ setiap hamba Allah mempunyai empat waktu, dan tidak ada kelimanya.
Keempat waktu itu ialah :
  1. Waktu mendapat nikmat
  2. Waktu mendapat ujian dan cobaan
  3. Watu melakukan ketaatan
  4. Waktu melakukan maksiat
Pada setiap waktu tersebut terdapat hak Allah sebagai Rabbmu, yakni waktu beribadah kepada-Nya.
Barangsiapa waktunya digunakan untuk mendapatkan kenikmatan Allah, jalannya ialah bersyukur kepada-Nya. Barangsiapa waktunya mendapat ujian dan cobaan, jalannya ialah ridha dan sabar. Barangsiapa waktunya untuk melakukan ketaatan, jalannya ialah anugerah Allah yang member petunjuk. Dan barangsiapa waktunya untuk melakukan maksiat, jalannya adalah bertobat dan beristighfar.”

Berpedoman pada as-sunnah

Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata, “ Rosulullah saw. Dan para Khulafaur-Rasyidin telah menetapkan sunnah-sunnah. Barangsiapa melaksanakannya berarti membenarkan Kitabullah, menyempurnakan ketaatan kepada Allah, dan mengokohkan agama Allah untuk dirinya. Manusia tidak boleh mengganti, mengubah, atau mencari-cari yang lain yang bertentangan dengannya. Barangsiapa berpedoman padanya, ia memperoleh petunjuk, barangsiapa memenangkannya maka dia akan menang, dan barangsiapa meninggalkannya dan menempuh jalan selain jalan kaum yang beriman, akan dimasukkan oleh Allah ke dalam neraka, seburuk-buruk hunian.”

Akal – syahwat – nafsu

           Dalam diri anda terhimpun akal dan budi malaikat, syahwat hewani, dan hawa nafsu setani.
            Jika anda mampu mengendalikan dan menguasai syahwat maupun hawa nafsu, anda berkedudukan lebih tinggi daripada malaikat. Namun jika anda dikuasai oleh syahwat dan hawa nafsu, anda berkedudukan lebih rendah daripada hewan dan setan.
            Bayangkan, anjing pemburu yang terdidik bahkan mampu menahan nafsu seleranya untuk tidak memakan hewan yang ditangkapnya. Dia mengharamkan bagi dirinya binatang tangkapan itu, kemudian ia serahkan kepada majikannya untuk dinikmati.

Rockefeller dan Resep Kekayaan

           Rockefeller, orang terkaya di dunia pada masanya, ditanya oleh salah seorang kawannya, “Bagaimana cara anda dapat merah kekayaan yang demikian melimpah?”
           Rockefeller menjawab, “ aku meraihnya dengan empat cara, yang harus dilakukan orang yang ingin menyimpan harta, yaitu:

1.       Jangan membeli barang apapun kecuali yang darurat (sangat dibutuhkan)
2.       Menabungkan sebagian dari uang hasil usahanya
3.       Harus selalu berlaku jujur, dapat dipercaya, dan teliti, serta cermat dalam pekerjaan
4.       Membuang jauh-jauh segala adat istiadat dan kebiasaan buruk